24 C
en

Harga Sembako di Bengkayang Melonjak Tajam Jelang Hari Raya, Warga Minta Pemerintah Bertindak Tegas

 


KRIMSUSPOLRI.COM||Bengkayang,Kalbar,– Perekonomian daerah idealnya bertumpu pada pengembangan potensi sumber daya lokal, keterbukaan wilayah, serta kebijakan desentralisasi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Namun kondisi tersebut dinilai belum sepenuhnya dirasakan masyarakat di Bengkayang, khususnya saat menjelang dan berlangsung hari-hari besar keagamaan maupun adat.

Pantauan di Pasar Teratai, Kamis (18/02/2026), menunjukkan harga kebutuhan pokok (sembako) mengalami kenaikan signifikan. Lonjakan harga ini hampir selalu terjadi setiap momentum hari raya seperti Natal, Tahun Baru, Idul Fitri, Imlek, hingga perayaan adat Dayak Gawai Dayak (tahun baru padi).

Kenaikan harga dinilai terjadi begitu cepat dan masif, seolah menjadi momentum sebagian pedagang untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya. Ironisnya, kondisi ini kerap terulang setiap tahun tanpa solusi konkret yang dirasakan masyarakat.

“Setiap hari raya harga selalu naik. Kami berharap pemerintah daerah tidak hanya turun ke pasar sebatas formalitas, tetapi benar-benar mengambil kebijakan tegas sesuai kondisi riil di lapangan,” keluh salah seorang warga Bengkayang.

Berdasarkan hasil sampling awak media di lapangan, sejumlah komoditas pokok mengalami kenaikan harga cukup tajam, di antaranya:

Beras (5 Kg) : SPHP Rp70.000 (sebelumnya Rp68.000)

Rojolele Rp89.000 (sebelumnya Rp85.000)

Raja Ultima Rp92.000 (sebelumnya Rp87.000) Beras eceran/campur Rp80.000 (sebelumnya Rp78.000)

Beras kampung Rp80.000 (sebelumnya Rp78.000)

Minyak Goreng:

1. Bimoli 500 ml Rp35.000 (sebelumnya Rp33.000)

2. Minyak Kita Rp22.000/kg (sebelumnya Rp20.000)

3. Tropical Rp24.000/kg (sebelumnya Rp22.000)

4. Curah Rp20.000/kg (sebelumnya Rp18.000)

Gula:

1. Gula pasir Rp18.000/kg (sebelumnya Rp16.000)

2. Gula merah lokal Rp18.000/kg (sebelumnya Rp16.000)

Cabai:

1. Cabai merah besar Rp35.000/kg (sebelumnya Rp30.000)

2. Cabai merah keriting Rp75.000/kg (sebelumnya Rp65.000)

3. Cabai rawit merah Rp80.000/kg (sebelumnya Rp60.000)

Bawang:

1. Bawang bombay Rp30.000/kg (sebelumnya Rp28.000)

2. Bawang merah Jawa Rp80.000/kg (sebelumnya Rp50.000)

3. Bawang putih Jawa Rp50.000/kg (sebelumnya Rp40.000)

Sayuran:

1. Wortel Jawa Rp35.000/kg

2. Sawi putih Rp20.000/kg (sebelumnya Rp18.000)

3. Kentang Jawa Rp25.000/kg (sebelumnya Rp21.000)

4. Daun bawang Rp60.000/kg (sebelumnya Rp50.000)

Protein Hewani:

1. Ayam potong Rp50.000/kg (sebelumnya Rp45.000)

Ikan:

1. Tongkol Rp50.000/kg (sebelumnya Rp45.000)

2. Nila Rp80.000/kg (sebelumnya Rp75.000)

3. Lele Rp45.000/kg (sebelumnya Rp40.000)

Bumbu Dapur:

1. Jahe lokal Rp35.000/kg (sebelumnya Rp30.000)

2. Sahang Rp180.000/kg (sebelumnya Rp160.000)

3. Kemiri Rp80.000/kg (sebelumnya Rp70.000)

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, baik melalui operasi pasar, pengawasan distribusi, maupun penguatan program ketahanan pangan.

Kondisi lonjakan harga dinilai tidak sejalan dengan program pemerintah seperti makan bergizi gratis yang membutuhkan dukungan harga bahan pokok yang terjangkau.

Tanpa kebijakan tegas dan pengawasan berkelanjutan, lonjakan harga sembako dikhawatirkan terus menjadi beban masyarakat kecil, terutama menjelang momentum hari raya yang seharusnya menjadi waktu penuh sukacita.




Penulis : Rinto Andreas

Older Posts
Newer Posts