Hampir Setahun Menjabat, Janji “Sukabumi Mubarrakah” Dinilai Jauh Panggang dari Api
KRIMSUSPOLRI.COM||SUKABUMI — Ketua Umum Barisan Rakyat, Rizal Gunawan, melontarkan kritik keras terhadap pemerintahan Kabupaten Sukabumi di bawah kepemimpinan Bupati Asep Japar. Ia menilai slogan kampanye “Sukabumi Mubarrakah” hingga kini tak lebih dari jargon politik yang miskin realisasi.
Menurut Rizal, sejak awal masa kampanye pasangan Asep Japar–Andreas telah memamerkan belasan janji manis yang disampaikan secara terbuka dalam debat pertama di Auditorium Universitas Nusa Putra, serta bedah visi-misi yang disiarkan langsung melalui live streaming media sosial pada 2024 lalu. Namun, janji-janji tersebut dinilai belum bertransformasi menjadi kebijakan nyata.
“Mulai dari pembangunan dan perbaikan jalan kabupaten, program bedah rumah bagi warga pra-sejahtera, satu desa satu dokter, hingga janji mempermudah akses pupuk murah bagi petani. Semua itu terdengar indah saat kampanye, tapi hampir satu tahun menjabat, masyarakat masih bertanya: mana realisasinya?” tegas Rizal.
Ia menilai, menjelang satu tahun kepemimpinan, pemerintahan Asep Japar justru jauh dari makna mubarrakah yang menjanjikan keberkahan dan kesejahteraan. Dampak nyata bagi masyarakat belum terasa, sementara persoalan klasik seperti infrastruktur rusak, keterbatasan layanan kesehatan, dan keluhan petani soal pupuk terus berulang.
“Slogan besar seharusnya diikuti tindakan besar. Tapi faktanya, hingga hari ini, jalan rusak masih jadi pemandangan biasa, program rutilahu belum menyentuh kebutuhan riil, dokter masih langka di desa, dan pupuk tetap jadi momok bagi petani,” sindirnya.
Rizal bahkan menilai kinerja Pemkab Sukabumi terkesan lamban dan tidak becus. Ia menyinggung bagaimana Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kerap menyentil Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui media sosial.
“Kami sebagai masyarakat merasa malu. Daerah sebesar Sukabumi justru sering jadi contoh buruk di ruang publik,” imbuhnya.
Barisan Rakyat, kata Rizal, mendesak Bupati Asep Japar segera mengambil langkah konkret dan berbenah serius. Menurutnya, kritik ini bukan sekadar serangan politik, melainkan alarm keras agar kepercayaan publik tidak semakin tergerus.
“Kami ingin Asep Japar tumbuh dari kritik. Jangan anggap ini simbolis. Jadikan bahan evaluasi sungguh-sungguh, karena nasib Sukabumi ditentukan oleh rezim hari ini: menuju kesejahteraan atau justru sebaliknya,” pungkas Rizal Gunawan.
Sumber : Cong

