Usai Temui Bupati dan Tokoh Nasional NU, Dr. Muhammad Alfikri Daftar Calon Ketua STAIN Madina
KRIMSUSPOLRI.COM||Mandailing Natal//Usai menemui Bupati Mandailing Natal, Saipullah Nasution, serta tokoh nasional Nahdlatul Ulama (NU), KH Ali Marbun, Dr. Muhammad Alfikri, S.Sos., M.Si. secara resmi mendaftarkan diri sebagai Calon Ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Mandailing Natal (Madina) untuk periode 2026–2030 baru baru ini di kampus itu.
Pendaftaran tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses seleksi pimpinan STAIN Madina yang dalam waktu dekat direncanakan akan bertransformasi status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mandailing Natal.
Bupati Mandailing Natal Saipullah Nasution dan KH Ali Marbun menyambut baik langkah yang diambil Dr. Muhammad Alfikri. Keduanya memberikan dukungan moral dan harapan agar STAIN Madina dapat dinakhodai oleh figur yang memiliki kapasitas akademik, pengalaman birokrasi, serta integritas keilmuan yang kuat.
Dr. Muhammad Alfikri dikenal sebagai akademisi muda yang religius, sederhana, dan memiliki kewibawaan dalam dunia pendidikan tinggi Islam. Ia lahir di Kota Medan pada 23 Maret 1983 dan merupakan putra dari Prof. Dr. H. Ali Ya’kub Matondang, MA, seorang ulama dan akademisi terkemuka di Sumatera Utara. Latar belakang keluarga religius tersebut menjadi fondasi penting dalam perjalanan intelektual dan pengabdian Alfikri di bidang akademik maupun pemerintahan.
Karier akademiknya dimulai setelah menamatkan pendidikan Sarjana Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) pada tahun 2004. Ia kemudian mengabdi sebagai Asisten Dosen di USU pada periode 2004–2005, sebelum diangkat menjadi Dosen Tetap Universitas Medan Area (UMA) pada tahun 2005–2010.
Setelah meraih gelar magister, Alfikri melanjutkan pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan jabatan Pranata Humas di Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada periode 2010–2014. Pengalaman birokrasi tersebut memperkaya perspektifnya dalam tata kelola kelembagaan, komunikasi publik, dan pelayanan pemerintahan.
Semangatnya di dunia pendidikan terus berlanjut dengan menempuh Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi di UIN Sumatera Utara. Ia tercatat sebagai mahasiswa angkatan pertama program tersebut dan berhasil menyelesaikan studi doktoralnya pada tahun 2017. Alfikri menilai perjalanan akademiknya sebagai proses panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan.
“Prinsip dasar hidup saya, orang yang berhasil adalah orang yang sabar, tidak mengenal kata malas, ulet dalam bekerja, mau bergaul dengan orang-orang sukses, tahu berterima kasih, serta yakin atas kuasa Allah SWT,” ujar Dr. Muhammad Alfikri.
Usai menyandang gelar doktor, Alfikri kembali mengabdi di UIN Sumatera Utara. Ia sempat bertugas sebagai tenaga administrasi di Fakultas Ushuluddin (2014–2016), sebelum resmi diangkat sebagai Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UIN Sumatera Utara sejak 2016 hingga saat ini.
Keputusan maju sebagai bakal calon Ketua STAIN Madina, menurut Alfikri, diambil setelah menerima dorongan dan permintaan dari sejumlah anggota Senat STAIN Madina, serta dukungan dari orang tua, keluarga, tokoh masyarakat, ulama, dan berbagai elemen masyarakat lainnya.
Pencalonan Dr. Muhammad Alfikri diharapkan mampu membawa semangat baru dalam penguatan tata kelola akademik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta akselerasi pengembangan STAIN Mandailing Natal menuju perguruan tinggi keagamaan Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing.(AN)

