24 C
en

Ironi di Jantung Bengkayang: Gedung Pancasila Bengkayang Jadi “Saksi Bisu” Pembiaran

 


KRIMSUSPOLRI.COM || Bengkayang, Kalbar – Di tengah geliat pembangunan kota, sebuah bangunan tua justru berdiri dalam kondisi memprihatinkan. Gedung Pancasila Bengkayang yang telah berdiri sejak tahun 1950 kini menjadi “saksi bisu” atas dugaan pembiaran terhadap aset bersejarah daerah.

Pantauan di lapangan Rabu 15/04/2026 menunjukkan kondisi gedung jauh dari kata layak. Atap seng tampak rusak dan berkarat, sementara beberapa bagian bangunan mulai lapuk dimakan usia. Halaman gedung pun terlihat kumuh, dipenuhi rumput liar dan minim perawatan.

Ironisnya, gedung tersebut saat ini masih difungsikan untuk kegiatan sekolah oleh sebuah yayasan. Namun, kondisi fisik bangunan yang tidak terawat justru menimbulkan keprihatinan, mengingat fungsi pendidikan seharusnya didukung oleh lingkungan yang aman dan layak.

Sebagai bangunan bersejarah di pusat kota Bengkayang, tepatnya di Kelurahan Bumi Emas, kondisi ini dinilai sangat disayangkan. Nilai historis yang melekat pada gedung tersebut seolah terabaikan di tengah kurangnya perhatian terhadap perawatan.

Wandi, salah satu warga Bengkayang, mengaku prihatin melihat kondisi tersebut. Ia menilai pemerintah daerah seharusnya lebih sigap dalam menjaga aset bersejarah.

“Ini bangunan tua yang punya sejarah. Jangan sampai dibiarkan rusak. Apalagi masih dipakai untuk kegiatan sekolah, harusnya lebih diperhatikan,” ujarnya.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Bengkayang segera mengambil langkah konkret, baik melalui perbaikan fisik maupun penataan kawasan. Selain menjaga warisan sejarah, upaya tersebut juga penting demi menjamin kenyamanan dan keselamatan aktivitas yang masih berlangsung di dalam gedung.

Jika tidak segera ditangani, bukan tidak mungkin bangunan yang telah berdiri lebih dari tujuh dekade ini akan semakin rusak dan kehilangan nilai sejarahnya bahkan berpotensi membahayakan penggunanya.

Kini, Gedung Pancasila Bengkayang tetap berdiri, namun dalam kondisi yang memprihatinkan menjadi saksi bisu atas pembiaran yang terus berlangsung.(Rin).

Older Posts
Newer Posts