Momentum Maulid Nabi SAW
Oleh: Ust. Lathief Abdallah.(Pengasuh Pondok Baitul Hamdi)
KRIMSUSPOLRI.COM || Dalam kesempatan mengisi materi peringatan Maulid Nabi SAW yang diselenggarakan oleh Majlis Mafahim, 12 September 2026 di masjid Raudatul Irfan Sukabumi, saya menyampaikan 9 point yang dibagi pada 3 sub materi. Materinya saya tulis ulang secara ringkas sebagai berikut;
Bergembiralah...
Atas lahirnya manusia agung, Muhammad SAW hendaklah kaum muslimin bergembira melebihi kegemberiaan apapun.
"Katakanlah: "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan".
Demikianlah QS Yunus: 58 mengabarkan. Tiada karunia dan rahamat Allah yang paling besar selain dilahirkannya Nabi Muhammad SAW. Anugrah dan rahmatnya untuk seluruh alam.
Siapa yang bergembira atas maulid nabi ( kalahiran nabi), ia akan mendpat tiga faidzah; Dibebaskan dari siksa, akan bersama dengan nabi, diakui nabi sebagai Ikhwannya.
Pertama, dibebeskaan dari sikasa. Saking bahagianya Abu lahab dihari kelahiran Nabi, ia membebaskan budakny yang memberi tahunnya bahwa Aminah telah melahirkan. Di kemudian hari Abu Lahab malah jadi penentang keras dakwah nabi. Ia disebut langsung beserta istrinya, mereka akan dimasukan ke neraka (QS. al Lahab: -5). Namun berkat senangnya atas kelahiran nabi, ia dibebaskan dari siksaan setip hari Senin (Ibnu Hajar. Fathul Bari 9/45) tentu orang beriman sangat gembira atas kelahiranya, mencintai dan mengikutinya lebih layak dibebaskan dari semua siksa.
Kedua, akan bersama Nabi SAW. Kendati tak semasa dengannya, bahkan berjarak ribuan tahun, di hari akhirat akan bersamanya. Karena beliau SAW bersabda, 'anta ma'a man ahbabta - engkau akan bersama dengan orang yang engkau cintai (HR. Muslim).
Ketiga, diakui sebagai Ikhwan Nabi SAW. 'Aku rindu ikhwan ku', Sabdanya. Ikhwan nabi bukanlah para sahabat, tapi umatnya yang beriman kepadanya tanpa bertemu dengannya (HR Ahmad). Bila nabi rindu kepada umatnya yang di luar masanya. Tentu kita layak lebih rindu kepadanya.
Maulid Ala Siapa....
Sekarang lagi ramai diperbincangkan kata ' ala' setelah terbitnya buku "Islam ala Pranowo". Jika dikaitkan dengan menyikapi maulid nabi. Setidak ada tiga ala; Maulid ala Abu Lahab, Maulid ala Abu Thalib, dan Maulid ala Abu Bakr Siddiq.
Pertama, maulid ala Abu Lahab
Seperti telah diceritakan di atas, Abu Lahab gembira dan mencintai saat nabi lahir. Namun ia tidak beriman pada nabi, bahkan menentangnya dengan keras. Ia hanya diberi konvensasi, istrihat dari siksa tiap hari Senin.
Kedua, Maulid ala Abu Thalib. Ia sangat gembira atas kelahiran nabi SAW, mengurusnya dan mencintainya. Ia melindungi dakwah Nabi SAW, hanya tidak beriman kepadanya hingga matinya. Dari itu Abu Thalib kelak mendapat siksa yang paling ringan (HR.Muslim).
Ketiga, Maulid ala Abu Bakr Siddiq. Ia termasuk dijamin sebagai ahli surga, tentu dijauhkan dari siksa neraka. Karena ia sangat gembira kehadiran nabi, ia mencintainya melibihi apapun. Ia beriman kepadanya, melindunginya, mengikuti bahkan melanjutkan amanah kepemimpinannya.
Ada apa di 12 Rabiul Awal...
Para ahli sejarah mencatat, pada tanggal 12 Rabi'ul awal bukan saja peristiwa lahirnya Nabi SAW, tapi juga di tanggal dan bulan yang sama hijrah dan wafatnya.
Pertama, kelahiran nabi SAW. Beliau lahir pada tgl 12 Rabi'ul awal tahun 53 sebelum Hijriah. Kelahiran nabi hakikatnya kelahiran Risalah Islam yang membawa rahmat untuk seluruh alam (QS. al Anbiya :107).
Kedua, Hijrahnya Nabi. Beliau SAW hijrah ke Madinah 12 Rabi'ul Awal tahun ke 1 Hijriah. Hijrahnya nabi berarti berdirinya negara Islam pertama di Madinah. Saat itu beliau sebagai nabi sekaligus sebagai kepala negara.
Ketiga, wafatnya Nabi SAW. Dengan wafatnya beliau, berakhirlah masa kenabian dan kerasulan. Hanya saja kepemimpinan terus berlanjut. Kepemimpinan Islam pasca wafat nabi disebut khilafah. maka sejarah mengelompokannya dengan masa Khilafar Rasyidah (30 th), Khilafah Umayyah (90 th), Khilafah Abbasiyah (500th), dan Khilafah Utsmaniyah (600th).
Peringatan Maulid Nabi SAW menjadi momentum untuk lebih dekat kepadanya, mengungkapkan rasa cinta untuknya, dan menjadi daya dorong untuk mengikutinya dalam segala sapek kehidupan.

