24 C
en

Polemik Bedolan Pamarayan, Wabup Serang Pastikan Tradisi Tetap Berjalan Dengan Skema Penyesuaian


KRIMSUSPOLRI.COM || SERANG – Polemik pelaksanaan tradisi Bedolan Pamarayan akhirnya menemukan titik terang.

Wakil Bupati Serang, Muhammad Najib Hamas, memastikan tradisi budaya yang rencananya digelar Sabtu (17/10/2026) besok tetap berpeluang dilaksanakan, meski dengan penyesuaian teknis.

Hingga Jumat (16/10/2026) hari ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bersama warga masih menunggu keputusan resmi dari Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWSC3) terkait skema pembukaan Bendungan Pamarayan.

Najib menjelaskan, alasan pembatalan sebelumnya murni karena persoalan teknis. Jika bendungan dikosongkan secara total atau dibedol penuh, hal itu dikhawatirkan akan mengganggu pasokan air untuk persawahan di wilayah utara Kabupaten Serang.

"Kalau istilahnya dibedol total, artinya bendungan dikosongkan semua, itu dampaknya besar. Suplai air untuk pertanian di utara pasti akan terganggu," ujar Najib.

Ia menambahkan, hasil pembahasan terakhir mengarah pada solusi tengah, yakni tradisi Bedolan tetap digelar, namun tidak dengan mengosongkan bendungan sepenuhnya.

Untuk teknisnya, BBWSC3 yang akan menentukan, termasuk mengatur seberapa tinggi debit air yang akan dibuka, agar tradisi budaya tetap lestari tanpa mengorbankan kebutuhan petani. 



Red
Older Posts
Newer Posts