Konflik Tambang Pohuwato Memanas Saat Ramadhan, Aktivis Tuntut Tanggung Jawab Pemerintah
KRIMSUSPOLRI.COM||Pohuwato – Situasi konflik pertambangan di Kabupaten Pohuwato dinilai semakin memprihatinkan. Umat Muslim di wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Buntulia, yang tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan dikejutkan dengan peristiwa pembongkaran kem penambang yang dinilai tidak berperikemanusiaan.
Aktivis Kabupaten Pohuwato, Rusli Laki, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pohuwato dan KUD Darma Tani harus bertanggung jawab atas konflik tambang yang dinilai tak kunjung selesai dan terus menimbulkan keresahan di tengah masyarakat penambang.
Menurut Rusli Laki, hingga saat ini tidak terlihat adanya teguran tegas kepada pihak perusahaan yang melakukan pembongkaran kem penambang, bahkan tindakan tersebut terjadi di tengah bulan puasa. Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap masyarakat penambang, termasuk pemilik lokasi yang disebut belum menerima pembayaran.
“Mengapa tidak ada teguran yang tegas kepada pihak perusahaan yang melakukan pembongkaran kem penambang. Di bulan puasa saja mereka bisa melakukan hal yang keji kepada pemilik lokasi yang belum terbayar, maka tidak menutup kemungkinan setelah Lebaran tindakan terhadap rakyat penambang akan semakin buruk,” ujar Rusli Laki.
Ia juga mempertanyakan kepastian keadilan serta perlindungan terhadap hak-hak masyarakat penambang yang dinilai belum terpenuhi hingga saat ini.
Rusli Laki turut meminta Bupati Pohuwato agar tidak hanya fokus pada kegiatan administratif dan perjalanan dinas, tetapi juga memastikan keamanan masyarakat serta keberlangsungan investasi yang berpihak pada kemakmuran rakyat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa masyarakat penambang tetap ingin menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa diiringi persoalan yang menyangkut hak-hak mereka sebagai warga.
“Kami menanti jawaban dan tindakan nyata dari pemerintah Pohuwato dan KUD Darma Tani,” tutupnya.
Iswandi
Tim/Red

