Dapat Penghargaan PKBM Award, Kajati Kalbar Fokus Cegah Anak Putus Sekolah
KRIMSUSPOLRI.COM || Pontianak,Kalbar,– Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat (Kajati Kalbar), Emilwan Ridwan, menerima penghargaan PKBM Award 2026 sebagai instansi peduli pendidikan non formal. Penghargaan tersebut diberikan dalam kegiatan PKBM Award Kalimantan Barat 2026 yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Senin (21/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kajati Kalbar juga resmi ditunjuk sebagai Bapak Asuh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kalimantan Barat. Penunjukan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara aparat penegak hukum dengan lembaga pendidikan masyarakat dalam menekan angka anak putus sekolah.
Acara ini turut dihadiri Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Pendidikan, kepala daerah se-Kalbar, serta pengurus PKBM dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Emilwan Ridwan menegaskan bahwa persoalan anak putus sekolah tidak bisa dipandang sebelah mata karena berpotensi menimbulkan dampak sosial yang lebih luas.
“Anak putus sekolah bukan sekadar angka statistik. Di balik itu ada masa depan yang terancam. Jika tidak ditangani serius, ini bisa berkembang menjadi persoalan sosial bahkan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa penanganan harus dilakukan secara komprehensif, tidak hanya mengembalikan anak ke jalur pendidikan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan kerja, soft skills, serta pembentukan karakter dan kesadaran hukum sejak dini.
Menurutnya, PKBM memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pendidikan non formal yang perlu diperkuat tidak hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“PKBM harus menjadi ruang transformasi sosial, tempat lahirnya generasi yang mandiri dan berdaya saing,” ujarnya.
Sebagai Bapak Asuh PKBM, Kajati Kalbar berkomitmen untuk mendorong penguatan kelembagaan PKBM, memperluas jejaring dengan dunia usaha dan industri, serta meningkatkan literasi hukum di masyarakat.
“Kejaksaan tidak hanya ingin hadir saat masalah sudah terjadi, tetapi juga berperan sejak awal dalam upaya pencegahan,” katanya.
Kegiatan PKBM Award 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor guna menekan angka anak putus sekolah di Kalimantan Barat. Diharapkan, sinergi tersebut mampu menghadirkan solusi yang lebih inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.
Di akhir sambutannya, Emilwan Ridwan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama memastikan tidak ada anak di Kalimantan Barat yang tertinggal dari akses pendidikan.
“Tidak boleh ada satu pun anak Kalimantan Barat yang tertinggal. Kita harus ubah narasi anak putus sekolah menjadi generasi yang bangkit, berdaya, dan siap menghadapi masa depan,” pungkasnya.(Rin).

