Miris!! Krisis Air di Caringin Baros Kota Sukabumi Memuncak : 50% Sumur Kering, Warga Desak Realisasi Sumur Artesis
KRIMSUSLOLRI.COM || SUKABUMI — Dampak musim kemarau panjang yang melanda wilayah Kota Sukabumi kian berada pada titik mengkhawatirkan. Krisis air bersih kini meluas tajam di wilayah Kampung Caringin, Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi. Berdasarkan konfirmasi terbaru melalui sambungan telepon langsung dengan Ketua RW 10, Bapak Teguh, beliau menegaskan bahwa tingkat kekeringan di wilayahnya saat ini telah mencapai kurang lebih 50 persen setelah lebih dari satu bulan wilayah tersebut tidak diguyur hujan, invesigasi hari Minggu, tanggal (26/07/2026).
Eskalasi kekeringan yang meningkat cepat ini memperparah kondisi kehidupan harian masyarakat. Ketiadaan hujan berkelanjutan memicu sumur-sumur gali warga mengering secara drastis, sehingga kebutuhan air bersih bagi ratusan kepala keluarga berada dalam kondisi darurat.
BPBD Sempat Turun Lapangan, Namun Belum Ada Tindak Lanjut
Dalam keterangannya via telepon, Pak Teguh mengungkapkan bahwa pada awal bulan sebelumnya, Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi sebenarnya sudah sempat turun langsung meninjau kondisi lapangan di RW 10 Kampung Caringin Baros. Kendati demikian, hingga saat ini warga merasa miris karena belum ada pergerakan atau aksi nyata lanjutan pasca-survei tersebut.
"Pada awal bulan sebelumnya memang sudah ada dari Tim BPBD yang turun ke lapangan. Namun sampai saat ini belum ada pergerakan lanjutannya. Harapan kami tentu sangat besar agar segera ada pertolongan dari Pemerintah Kota Sukabumi terkait bantuan pasokan air bersih dan infrastruktur pendukung, karena masyarakat di wilayah kami sangat-sangat membutuhkannya," tegas Pak Teguh via telepon.
3 RT dan 600 KK Terdampak: Bertaruh Nyawa ke Sungai Demi Air
Wilayah kepengurusan RW 10 Kampung Caringin Baros membawahi 3 RT dengan jumlah populasi mencapai sekitar 600 Kepala Keluarga (KK). Dengan tingkat kekeringan yang menyentuh angka 50%, berarti setidaknya 300 KK atau sekitar separuh dari total warga pemukiman kini tidak lagi memiliki akses air bersih mandiri dari rumah.
Kondisi ini diperparah dengan belum adanya fasilitas publik vital seperti Mandi, Cuci, Kakus (MCK) komunal maupun sumur artesis bantuan pemerintah di sekitar pemukiman warga. Dampaknya, setiap hari terlihat pemandangan memprihatinkan di mana rombongan ibu-ibu, anak-anak, hingga lansia terpaksa berjalan kaki sejauh 500 meter (setengah kilometer) menuju tepi sungai di perbatasan Sindang Palaya.
Perjalanan tersebut sangat membahayakan keselamatan warga karena harus menuruni anak tangga tanah dan bebatuan yang curam serta licin. Risiko terpeleset, cedera fisik pada lansia, hingga ancaman masalah kesehatan akibat air sungai menjadi pertaruhan harian yang terpaksa dijalani warga.
Pembangunan Sumur Artesis Menjadi Solusi Mutlak
Melihat kondisi kritis yang dihadapi warga RW 10 Caringin Baros, keberadaan Sumur Artesis (pengeboran air tanah dalam) menjadi kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bisa ditunda lagi. Pembangunan sumur artesis di area strategis pemukiman dinilai sebagai satu-satunya solusi jangka panjang yang mampu menjamin ketersediaan air bersih secara berkelanjutan, bahkan saat musim kemarau panjang melanda.
Pak Teguh beserta seluruh warga RW 10 Caringin Baros memohon perhatian serius dan tindak lanjut cepat dari jajaran pemerintahan, mulai dari Kelurahan Baros, Kecamatan Baros, BPBD Kota Sukabumi, Dinas terkait, hingga Wali Kota dan DPRD Kota Sukabumi.
Rekomendasi Langkah Darurat Pemkot Sukabumi
Guna mencegah timbulnya korban jiwa, cedera fisik, atau wabah penyakit akibat krisis air dan sanitasi ini, beberapa penanganan darurat yang harus segera direalisasikan pemerintah meliputi:
• Realisasi Tindak Lanjut BPBD & Pemkot: Menindaklanjuti hasil survei lapangan BPBD dengan pengiriman tangki air bersih secara rutin ke pemukiman warga RW 10.
• Pembangunan Sumur Artesis Terpadu: Memprioritaskan alokasi anggaran pembangunan fasilitas pemboran sumur artesis untuk mencukupi kebutuhan 600 KK di Caringin Baros.
• Pembangunan MCK Komunal Layak: Menyediakan sarana sanitasi aman dan higienis dekat pemukiman warga agar lansia dan anak-anak tidak lagi harus melintasi jalur curam ke sungai.
• Evaluasi Wilayah Rawan Kekeringan: Melakukan penyisiran dan pemetaan (cross-check) ke kampung-kampung lain di wilayah Kota Sukabumi agar tidak ada daerah lain yang luput dari perhatian pemerintah.
Waspada Krisis air di Kota Sukabumi jangan sampai meluas di daerah lainnya, tentu musti segera turun tangan berbagai pihak terkait, agar bisa ditangani solusi secepatnya, sehingga tidak harus menunggu ada korban baru Pemerintah hadir didalamnya.
Tim Red

